Rabu, 20 September 2023

Luar Biasa! Tari Saman Ikut Memeriahkan Pesta Rakyat Internasional Prancis ke-42


Pada kesempatan ini, Asosiasi Pelajar Indonesia turut berpartisipasi dan tampil pada stan kegiatan Pesta Rakyat Internasional ke-42 di Herouville St. Clair, Prancis. Berbagai karya tradisional dan informasi tentang Indonesia di stan bernomor 28 ditampilkan para pelajar.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Paris, Warsito, yang hadir mendampingi para pelajar menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Rodolphe yang selalu memberi kesempatan kepada pelajar Indonesia untuk berpartisipasi dalam pesta rakyat.

“Dalam pesta rakyat ini, tidak hanya menampilkan seni budaya dari berbagai negara, namun juga menawarkan berbagai kuliner,” ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Paris, Warsito, dilansir rilis resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,

Salah satu andalan para pelajar Indonesia adalah pertunjukan Tari Saman yang berasal dari Provinsi Aceh dan diapresiasi oleh lebih dari ribuan pengunjung yang memadati halaman kastil. Para pelajar kemudian melanjutkan penampilan Tari Poco-poco yang diikuti pengunjung dengan antusias.



Dalam kesempatan ini, Atdikbud Warsito juga berbincang tentang peluang Indonesia menjadi tamu undangan kehormatan pada pesta rakyat mendatang, sehingga menjadi ikon pelaksanaan pesta rakyat internasional.

Sebelum mendampingi penampilan para pelajar tampil di panggung, Atdikbud Warsito juga mendapat undangan wawancara dari radio TSF98, salah satu saluran radio FM terbesar di Normandia.

Kepada awak meda Warsito mengulas banyak tentang keragaman budaya yang ada di Indonesia.

“Indonesia memiliki lebih dari 718 bahasa daerah dan juga 1.300 lebih etnik berbeda. Keutuhan Indonesia tetap terjaga yaitu dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika dan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia,” ucap Warsito.

Dituturkan Atdikbud Warsito, pesta rakyat berlangsung sangat meriah. “Dalam pesta rakyat ini, tidak hanya menampilkan seni budaya dari berbagai negara, namun juga menawarkan berbagai kuliner,” tutupnya. Pesta rakyat pukul 11 pagi dan berakhir pukul 19 waktu setempat.

 

 

Ciri-ciri Gerak Tari Sumatera yang Khas


 



Indonesia dikenal kaya akan seni dan budaya. Tiap daerah memiliki seni budaya tersendiri yang tidak ada di daerah lain. Salah satunya adalah seni tari. Hampir di setiap daerah memilili keunikan tersendiri, baik itu dari gerakan, pakaian maupun musik yang mengiringi. Berikut 3 ciri-ciri gerak tari Sumatra yang khas.

Ciri-Ciri Gerak Tari Sumatra

Mengutip buku berjudul Pendidikan Seni Tari: Buku untuk Mahasiswa karangan Taat Kurnita Yeniningsih (2018: 26), tari adalah gerakan-gerakan dari seluruh bagian tubuh manusia yang disusun selaras dengan irama serta mempunyai maksud tertentu.

Sementara tari tradisional yaitu tari yang lahir dan berkembang di daerah tertentu berpedoman pada kebiasaan dan adat turun-temurun yang dianut oleh masyarakat di daerah tersebut.

Tari tradisional yang ada di berbegai daerah Indonesia memiliki beberapa fungsi, yaitu :

1). Media upacara keagamaan

2). Media upacara kraton

3). Media upacara perayaan-perayaan dalam kehidupan

4). Media hiburan

5). Media pertunjukkan

Dengan perbedaaan latar belakang dan fungsi tari tradisional, maka setiap tari di daerah memiliki ciri khas masing-masing, termasuk tari daerah Sumatra. Tari daerah Sumatra memiliki ciri-ciri gerakan tersendiri dibandingan dengan tari daerah lainnya, diantaranya:

  1. Gerak tari pada umumnya dilakukan secara lincah dan gesit.
  2. Gerak tari lebih menekankan pada gerakan-gerakan kaki.
  3. Gerak lengan, tangan, jari, leher, dan kepala sangat sederhana atau tidak rumit, seperti gerakan jari membuka dan merapat.

Ciri-ciri di atas adalah gerakan tari secara umum, namun tiap daerah memiliki ciri khas masing-masing, yaitu:

1. Sumatra Barat

Tari dari daerah Sumatra Barat memiliki gerakan yang sederhana, banyak menggunakan gerak tangan dengan jari yang membuka, badan naik turun dan memutar.

2. Sumatra Selatan

Tari daerah Sumatra Selatan memiliki ciri-ciri gerakan yang lincah, membawa cawan berisi lilin, dan badan merendah dalam membawa lilin.

3 Ciri-Ciri Gerak Tari Sumatra

Mengutip buku berjudul Pendidikan Seni Tari: Buku untuk Mahasiswa karangan Taat Kurnita Yeniningsih (2018: 26), tari adalah gerakan-gerakan dari seluruh bagian tubuh manusia yang disusun selaras dengan irama serta mempunyai maksud tertentu.

Sementara tari tradisional yaitu tari yang lahir dan berkembang di daerah tertentu berpedoman pada kebiasaan dan adat turun-temurun yang dianut oleh masyarakat di daerah tersebut.

Tari tradisional yang ada di berbegai daerah Indonesia memiliki beberapa fungsi, yaitu :

1). Media upacara keagamaan

2). Media upacara kraton

3). Media upacara perayaan-perayaan dalam kehidupan

4). Media hiburan

5). Media pertunjukkan

Dengan perbedaaan latar belakang dan fungsi tari tradisional, maka setiap tari di daerah memiliki ciri khas masing-masing, termasuk tari daerah Sumatra.

Tari daerah Sumatra memiliki ciri-ciri gerakan tersendiri dibandingan dengan tari daerah lainnya, diantaranya:

1.     Gerak tari pada umumnya dilakukan secara lincah dan gesit.

2.     Gerak tari lebih menekankan pada gerakan-gerakan kaki.

3.     Gerak lengan, tangan, jari, leher, dan kepala sangat sederhana atau tidak rumit, seperti gerakan jari membuka dan merapat.

Ciri-ciri di atas adalah gerakan tari secara umum, namun tiap daerah memiliki ciri khas masing-masing, yaitu:

1. Sumatra Barat

Tari dari daerah Sumatra Barat memiliki gerakan yang sederhana, banyak menggunakan gerak tangan dengan jari yang membuka, badan naik turun dan memutar.


Perbesar

2. Sumatra Selatan

Tari daerah Sumatra Selatan memiliki ciri-ciri gerakan yang lincah, membawa cawan berisi lilin, dan badan merendah dalam membawa lilin.

3. Sumatra Utara

Ciri-ciri tari daerah Sumatra Utara adalah gerakan yang lincah, ringan, dinamis, dan sangat energik.

4. Nangroe Aceh Darusalam

Tari daerah ujung Sumatra ini diperagakan dengan lincah, luwes, dan ringan. Selain itu memiliki tari daerah NAD sering diikuti dangan gerakan tepuk tangan.

5. Jambi/Riau

Tari daerah Jambi dan Riau ciri-ciri gerakan yang cepat, lincah, dan dinamis. Tari daerah Jambi dan Riau juga sering melakukan loncatan dan putaran badan yang diikuti dengan liukan tubuh.

Dengan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia, seharusnya kita dapat mengetahui tarian daerah-daerah di Indonesia dan tetap melestarikan budaya tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.

Selasa, 19 September 2023

Tari Manimbong : Tarian Syukuran Suku Toraja

 


Tari Manimbong adalah tarian tradisional dari suku Toraja, Sulawesi Selatan. Tarian ini hanya ditampilkan pada upacara adat Rambu Tuka' atau upacara adat syukuran oleh masyarakat Toraja.

Tari Manimbong ini biasa dipertunjukkan di acara adat seperti pernikahan atau peresmian rumah adat (Tongkonan) yang baru atau yang selesai direnovasi.

Tarian ini juga dianggap sebagai suatu ibadah oleh masyarakat suku Toraja. Hal tersebut karena menurut kepercayaan suku Toraja, tarian ini merupakan doa-doa pengucap syukur.

Dalam pementasannya, Tari Manimbong dilakukan oleh 20 hingga 30 orang yang semuanya merupakan penari pria. Tarian dilakukan saling beriringan dengan Tari Ma'dandan yang merupakan bentuk tarian pemuja dan ungkapan rasa syukur yang dilakukan oleh kaum wanita suku Toraja.

Gerakan Tari Manimbong

Melansir jurnal Pendidikan dan Kajian Seni Universitas Negeri Semarang yang berjudul "Eksistensi Tari Manimbong dalam Upacara Rambu Tuka' Masyarakat Toraja", tarian Manimbong dilakukan dengan cara para penari masuk dan berbaris sambil berjalan mengelilingi pelataran Tongkonan. Kemudian mengatur posisi di tengah-tengah pelataran.

Proses memasuki pelataran Tongkonan diawali oleh para penari Ma'dandan yang berjalan sambil menghentakkan tongkat mereka ke tanah. Kemudian disusul oleh para penari Manimbong sambil membunyikan simbong atau okkoh-okkoh.

Setelah berkeliling para penari langsung berjejer di tengah-tengah pelataran Tongkonan. Penari wanita dan pria saling bertukaran tempat ke depan dan belakang, berdiri dan berlutut, dengan gertakan kaki yang seirama.

Tari Manimbong memiliki delapan kategori gerakan, yaitu Pa' Tambolang, Pa' Male'-Male', Pa' Letten Lemo, Pa' Tulali, Umbalalan, Talao Sau Tenden, Pa' Ruttu Ue, dan gerakan Pa' Bukka.

Tari Manimbong ini dapat ditampilkan dengan durasi waktu 7 hingga 10 menit, tergantung variasi gerakan yang dibawakan saat pementasan.


Keunikan Tari Manimbong

Secara umum, Tari Manimbong tidak diiringi alat musik melodis tradisional seperti geso'-geso' atau pelle' maupun alat musik lainnya.

Namun, saat mementaskan tarian ini, setiap orang akan membawa sebuah alat musik yang disebut sarong simbong. Alat musik tersebut seperti tameng kecil yang berbentuk lingkaran bermotif ukiran Toraja yang terdapat hiasan tali yang menjuntai (ikko'na) dan juga koin yang diikatkan sehingga saat menari alat tersebut akan menghasilkan bunyi ketukan bagi para pemain.

Selain menggunakan alat tersebut untuk menghasilkan bunyi, para penari juga akan menyanyi syair khusus yang memiliki makna rasa syukur. Syair yang dinyanyikan kebanyakan huruf vocal seperti, "Aaaa.." "Eeee..." "Oooo...".

Kostum Penari

Dalam tarian ini, penari menggunakan kostum Bayu Pokko', Seppa Tallu Buku, dan selempang kain tua (mawa'). Setiap penari menggunakan hiasan kepala yang terbuat dari bulu burung bawan atau bulu ayam yang indah.

Selain kostum tersebut, penari juga menggunakan parang kuno (la'bo' pinai) dan sejenis tameng kecil yang berbentuk lingkaran dengan motif ukiran khas Toraja.

Eksistensi Tari Manimbong

Tari manimbong saat ini sangat cukup sebagai tarian tradisional, hal Ini dilihat dari aturan hukum dan adat Toraja yang mengatakan bahwa tarian ini tidak boleh dipentaskan sembarangan.

Akan tetapi, Tari Manimbong kurang dikenal oleh masyarakat diluar Toraja, sebab kebanyakan pelaksanaan upacara Rambu Tuka' dilaksanaan tidak saat hari libur. Seperti kisaran bulan Juni, Juli, atau Desember.

Sehingga Tari Manimbong ini kurang pengakuan oleh masyarakat luar Toraja bahkan masyarakat Toraja sendiri.


Memeriahkan Acara KTT G20 DI Bali Tarian Papua Mendunia

  Tarian Sajojo jadi salah satu pertunjukan pada gala dinner KTT G20 di kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK)Sejumlah kepala negara terlihat begitu menikmati sajian pertunjukan di momen gala dinner KTT G20. Salah satunya mereka di buat takjub oleh Tarian Sajojo dari Papua.



Tarian Sajojo merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Papua, tarian ini juga termasuk jenis tarian pergaulan yang bisa ditarikan oleh siapa saja pria maupun wanita, tua atau muda. Selain itu ada yang unik dimana sejumlah pimimpin negara mengenakan batik pada acara ini KTT G20 yang berlangsung 15-16 November di Bali.

Tarian Sajojo juga menggambarkan semangat kebersamaan dan gotong royong rakyat Papua.  Selain itu, Tarian Sajojo sangat mengandalkan kekompakan gerakan para penari yang terdiri dari beberapa orang atau tim.

Tarian ini sendiri diambil dari lirik lagu yang mengiringi tariannya yaitu lagu yang berjudul "Sajojo". Sajojo sendiri merupakan lagu daerah Papua yang menceritakan seorang gadis yang diidolakan dan dicintai kampungnya.

Meskipun gerakan Tarian Sajojo tidak terlalu menggambarkan lirik lagu tersebut,namun iramanya yang penuh keceriaan dalam lagu tersebut sangat cocok dengan gerakan Tarian Sajojo.

Mungkin karena irama lagu Sajojo yang penuh keceriaan saat mengiringi Tarian Sajojo membuat para kepala negara G20 takjub dan merinding dibuatnya. Selain Tarian Sajojo masih banyak lagi penampilan-penampilan yang menggambarkan kebudayaan indonesia. 

Melihat acara tersebut lewat berita dibikin merinding, apalagi melihat secara langsung dengan mata kepala kita sendiri. Acara ini tidak akan berlangsung semeriah ini tanpa adanya persiapan yang matang. Semua ini membutuhkan proses yang panjang bahkan jauh sebelum KTT G20 diadakan.

Sungguh ini adalah momen terbesar yang bisa diadakan di Indonesia sebagi tuan rumah, bahkan kunjungan wisata di Bali meningkat di momen ini. Tentu ini sangat membantu juga bagi para UMKM yang ada disana. Layaknya kemarin di Sirkuit Mandalika

Membuat Turki Memukau, Inilah Penampilan Tari Kreasi Wonderful Indonesia

Suasana semarak dan kebanggaan atas kemerdekaan Indonesia memenuhi udara dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di Wisma Duta Park, Ankara, Turki. Ribuan pengunjung terpesona oleh penampilan luar biasa dari para pelajar Indonesia di Turki yang memukau dengan tari kreasi "Wonderful Indonesia" yang penuh semangat dan keberagaman pada Kamis, 17 Agustus 2023.

Di tengah teriknya cuaca dengan temperatur mencapai 38 derajat Celsius, antusiasme pengunjung tetap tinggi ketika para pelajar Indonesia membawakan tarian yang menggabungkan gerakan tari, lagu, silat, dan aksi debus. Tari kreasi ini juga dilengkapi dengan bentang bendera merah putih raksasa serta drama musikal yang mengisahkan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah.

Koordinator penampilan tari kreasi, Raihan Fahreza Widodo, mengungkapkan kebanggaannya atas partisipasi dalam perayaan HUT ke-78 RI di Wisma Duta. Penampilan tersebut telah memerlukan semangat dan kerja keras dalam latihan. Selain itu, Konsul Kehormatan Indonesia di Kayseri, Tahir Nursacan, terkesan dengan keselarasan dan profesionalitas penampilan tersebut.



Berdasarkan keterangan di situs Kementerian Luar Negeri RI, Jumat, 18 Agustus 2023, pengunjung acara juga dapat menikmati bazar akbar yang menampilkan kuliner nusantara dan barang kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih dari 40 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut berpartisipasi. Berbagai kelompok masyarakat juga memberikan penampilan seni dan tarian yang memukau.

Tidak hanya itu, penyanyi Denada Elizabeth turut hadir dan membawakan lagu-lagu yang membangkitkan kerinduan akan Tanah Air bagi masyarakat Indonesia di Turki. Acara ini juga memiliki momen unik dengan penampilan Duta Besar Lalu Muhamad Iqbal dan Sinta Agathia yang berjualan kopi dan jamu lengkap dengan sepeda ontel, menarik perhatian dan kegembiraan pengunjung.

Namun, perayaan ini juga melambangkan momen perpisahan, dengan tema pamitan untuk melepas penugasan Dubes Iqbal dan keluarga. Suasana haru terasa ketika masyarakat berkumpul di panggung, memberikan pelukan dan air mata saat Dubes Iqbal memohon maaf dan berterima kasih atas dukungan selama penugasan.

Dalam suasana yang sangat meriah, acara perayaan ini berhasil diselenggarakan dengan dukungan sponsor dari Indonesia dan Turki. Berbagai hadiah menarik diberikan kepada pengunjung, termasuk doorprize tiket pulang-pergi Turki-Indonesia bagi 5 orang. Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kota Ankara yang memberikan akomodasi gratis bagi WNI dari berbagai penjuru Turki. 

Momen perayaan ini tidak hanya merayakan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga menjadi wadah memperkokoh hubungan antara masyarakat Indonesia di Turki dan pihak-pihak terkait yang mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan.

Inilah Penampilan Tarian Spiritual Kecak diGWK

Tari Kecak adalah salah satu tarian khas pulau Bali yang konsepnya adalah drama tari. Sebagian besar cerita drama tari dalam tarian Kecak mengangkat cerita Ramayana. Dari sekian banyak tarian khas Bali, tari Kecak memiliki keunikan tersendiri jika di bandingkan dengan tarian khas Bali lainnya.

Saat anda menonton tari Kecak, anda akan mendengar suara, Cak, Cak, Cak. Cak adalah suara khas dan yang paling banyak anda dengar saat menonton pementasan tari Kecak Bali.

Tarian Kecak tidak menggunakan alat musik seperti gambelan untuk mengiringi penari. Melainkan menggunakan suara musik dari mulut pengiring tari, seperti Akapela. Selain tanpa menggunakan alat musik dalam mengiringi tarian, jumlah pengiring tari juga sangat banyak. Rata-rata jumlah pengiring tari Kecak sebanyak 50 orang, hingga 150 orang dan belum termasuk penari utama.

 Lebih lanjut, para pengiring tari sebagian besar adalah pria. Kemudian para pengiring tari akan duduk bersila membentuk sebuah lingkaran.    

Kecak adalah pertunjukan drama-tari khas Bali. P  Tari Kecak adalah salah satu tarian khas pulau Bali yang konsepnya adalah drama tari. Sebagian besar cerita drama tari dalam tarian Kecak mengangkat cerita Ramayana. Dari sekian banyak tarian khas Bali, tari Kecak memiliki keunikan tersendiri jika di bandingkan dengan tarian khas Bali lainnya. 


Saat anda menonton tari Kecak, anda akan mendengar suara, Cak, Cak, Cak. Cak adalah suara khas dan yang paling banyak anda dengar saat menonton pementasan tari Kecak Bali.

Tarian Kecak tidak menggunakan alat musik seperti gambelan untuk mengiringi penari. Melainkan menggunakan suara musik dari mulut pengiring tari, seperti Akapela. Selain tanpa menggunakan alat musik dalam mengiringi tarian, jumlah pengiring tari juga sangat banyak. Rata-rata jumlah pengiring tari Kecak sebanyak 50 orang, hingga 150 orang dan belum termasuk penari utama.

Lebih lanjut, para pengiring tari sebagian besar adalah pria. Kemudian para pengiring tari akan duduk bersila membentuk sebuah lingkaran.    

 Kecak adalah pertunjukan drama-tari khas Bali. Pentas se entas seni ini utamanya menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan utamanya oleh laki-laki. Tarian ini mempertontonkan banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan. Hal ini menggambarkan salah satu peristiwa dalam Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya berada pada kondisi tidak sadar, atau kesurupan.

Mereka melakukan komunikasi dengan Tuhan atau ruh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya pada masyarakat. Terciptanya tarian Kecak Bali diinisiasi oleh dua tokoh: satu penari dari Bali, Wayan Limbak, dan seorang pelukis dari Jerman, Walter Spies. Pada tahun 1930-an mereka menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak kemudian mempopulerkan Kecak saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali dari sanggarnya.

Hal ini adalah salah satu alasan mengapa Bali begitu berkesan sebagai wilayah tujuan wisata bagi pelancong dari luar negeri. Kepopuleran tarian Kecak Bali di ranah kesenian dunia membawa tarian tersebut sebagai inspirasi di bermacam-macam media, seperti sinema, musik, hingga video game.

Tarian Kecak di GWK Cultural Park ini bisa anda nikmati setiap hari pada pukul 18.00 WITA sembari menikmati pemandangan sunset. Selain Tarian Kecak, GWK Cultural Park juga menyuguhkan beragam sajian tarian tradisional lainnya, seperti tarian Barong, Kera, Rangda, Joged Bumbung, Balinese Parade dengan pakaian tradisional, dan live music oleh Trio Acoustic.   

 

Senin, 18 September 2023

Sejarah, Properti, Gerakan dan Pola Lantai Tari Kalimantan

 Tari Kalimantan – Tari merupakan media untuk ekspresi jiwa yang tergambar melalui seni gerak. Hal ini juga terlihat pada tari Kalimantan yang sangat beragam.

Sebagai pulau kedua yang terbesar di Indonesia, Kalimantan memiliki beragam suku yang memiliki nilai, karakter, serta cerita masing-masing. Melalui perbedaan tersebut, Kalimantan menjadi provinsi yang identik dengan kekayaan budayanya, termasuk tarian. Hal ini menjadi bentuk gerakan yang simbolis dan berperan sebagai ungkapan emosi dan karakteristik suatu wilayah yang digambarkan oleh penari.

Contoh Tarian Kalimantan

Berdasarkan jurnal karya Heriyadi Haris, dijelaskan bahwa tari Kalimantan karya yang banyak terinspirasi dari situasi, kondisi alam, serta budaya masyarakatnya.Tarian menjadi bentuk seni yang menunjukkan ciri khas Pulau Kalimantan. Berikut beberapa jenis tarian asal Kalimantan:

1. Tari Giring-Giring

Tari Giring Giring

Tarian ini merupakan gambaran kehidupan masyarakat yang berasal dari suku Dayak Maanyan, tepatnya Desa Setia Jaya. Fungsi dari tarian ini adalah sebagai penyambutan tamu-tamu yang bertandang ke desa tersebut.

Gerakannya dilakukan bersamaan (unison) dengan gerak yang didominasi hentakan tangan serta kaki karena identik akan suasana gembira. Semua penari memegang tongkat pada tangan kirinya. Sedangkan di tangan kanan terdapat bambu yang berisi kerikil untuk dihentakkan menuju permukaan lantai.

Perpaduan bunyi dalam tari Kalimantan ini menghasilkan irama khas yang membuat penonton turut hanyut dalam emosi kegembiraan. Alat musik yang melengkapinya menghasilkan keselarasan antara gerak dengan irama.

Pola lantai yang umum digunakan dalam tari Giring-giring adalah melingkar, dimana perempuan ada pada posisi melingkar dan yang laki-laki tetap di tengah. Perempuan akan mengelilingi penari laki-laki tersebut.

2. Tari Kancet Papatai




Tari Kalimantan berikutnya adalah tarian yang disebut juga dengan tarian perang. Tarian ini memakai properti yang bernama mandau serta utap. Mandau dibuat dari bahan logam dan berfungsi sebagai alat untuk memotong. Sedangkan utap merupakan alat untuk panahan yang berguna sebagai penangkis dan dipakai bersama mandau ketika terjadi perang.

Meskipun membahas mengenai peperangan di masa lalu, tarian ini ditampilkan dengan gerakan lemah gemulai. Hal ini memiliki filosofi sendiri, menggambarkan perang pada kala itu yang dilakukan diam-diam, misalnya saat mengintai musik melalui pohon atau semak-semak.

Tarian ini bermakna keberanian para pria Dayak. Umumnya dibawakan oleh penari laki-laki, dengan mengenakan baju perang khas Dayak, pola lantainya adalah horizontal, disertai musik pengiring yang membuatnya lebih sakral dan indah.

3. Tari Enggang

Tari Enggang

Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh para perempuan remaja dari kalimantan Timur, yakni tari Enggang. Tarian ini berasal dari nama burung enggang. Keunikannya adalah menceritakan mengenai keseharian dari burung enggang. Karena tariannya menggambarkan burung enggang, maka properti yang digunakan oleh penari adalah pakaian adat yang dilengkapi bulu enggang.

Setiap penari mengenakan bulu yang tersusun secara melingkar di tangannya masing-masing. Gerakan paling dasar yang terdapat dalam tarian ini adalah nganjat, purak barik, serta ngasai. Pada tari Kalimantan ini, gerakan yang mendominasi yaitu tangan yang terbuka kemudian menutup seolah sayap burung.

Ragam yang kedua yaitu ngasai mencerminkan gerak seolah sedang terbang. Kemudian pada gerakan yang terakhir yaitu berpindah dari satu titik menuju titik lainnya. Tarian ini tidak hanya berfungsi menghibur, namun menunjukkan hidup burung enggang yang sederhana namun tetap indah dan mengalir apa adanya.

Demikian pembahasan tentang tari Kalimantan yang cukup populer dan memiliki karakteristik kuat. Sebenarnya tarian asal Kalimantan begitu banyak,.Sehingga dapat dipelajari secara luas oleh orang-orang yang tertarik akan seni budaya. Tarian menggambarkan proses berpikir, interaksi, dan keterkaitan antara seseorang dengan ekspresi jiwanya.


Terkenal ke Mancanegara, Berikut 5 Tarian Daerah Jawa Timur

 Ada banyak tarian Jawa Timur yang sering ditampilkan di luar negeri. Salah satunya Tari Reog Ponorogo. Kali ini, infonisarizn mengajak pembaca untuk mengetahui sejumlah tarian Jawa Timur yang sudah populer. Berikut uraiannya:

1. Tari Reog Ponorogo




Tarian Jawa Timur ini dibawakan oleh beberapa orang dan penari utama yang menggunakan topeng kepala singa. Seni Reog Ponorogo masih kental dengan hal-hal berbau magis.Keunikan dari Tari Reog Ponorogo adalah, sang penari dapat membawa topeng seberat 50-60 kg di kepala, dengan mengandalkan kekuatan gigi.

2. Tari Remo




Tarian Jawa Timur ini berasal dari Jombang. Tari Remo bekisah tentang perjuangan seorang pangeran yang berada di medan perang. Tari Remo biasanya digunakan sebagai pembuka dalam pertunjukan Ludruk. Tari Remo juga sering ditampilkan untuk menyambut tamu, dan ditampilkan saat ada festival seni sebagai upaya melestarikan budaya Jawa Timur.

3. Tari Thengul




Tarian Jawa Timur ini berasal dari Bojonegoro. Tari yang terinspirasi dari kesenian Wayang Thengul ini bercerita tentang wayang gedhog. Tari ini biasanya ditampilkan secara berkelompok dengan ekspresi, gerakan dan kostum yang mirip dengan Wayang Thengul. Tari Thengul juga kerap ditampilkan pada Thengul International Folklore Festival 2019.

4. Tari Topeng Guro Gudho




Tarian Jawa Timur ini mirip dengan tarian Reog Ponorogo. Penarinya juga mengenakan topeng barongan. Namun memiliki ukuran yang tidak sebesar topeng reog. Tari Topeng Guro Gudho bercerita tentang seseorang dari kasta sudra (kasta sosial terendah di Jawa pada masa lalu), yang mencari kekuatan spiritual dan ilmu pengetahuan.


5. Tari Gandrung




Tarian Jawa Timur ini merupakan tari yang berasal dari Banyuwangi. Tari Gandrung kerap ditampilkan sebagai wujud syukur masyarakat setelah panen. Tari Gandrung terkenal di Indonesia dan bahkan sudah mendunia. Pertunjukan Tari Gandrung diiringi dengan musik khas perpaduan budaya Jawa dan Bali.