Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Paris,
Warsito, yang hadir mendampingi para pelajar menyampaikan terima kasih kepada
Wali Kota Rodolphe yang selalu memberi kesempatan kepada pelajar Indonesia untuk
berpartisipasi dalam pesta rakyat.
“Dalam pesta rakyat ini, tidak hanya
menampilkan seni budaya dari berbagai negara, namun juga menawarkan berbagai
kuliner,” ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di
Paris, Warsito, dilansir rilis resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,
dan Teknologi,
Salah satu andalan para pelajar
Indonesia adalah pertunjukan Tari Saman yang berasal dari Provinsi Aceh
dan diapresiasi oleh lebih dari ribuan pengunjung yang memadati halaman kastil.
Para pelajar kemudian melanjutkan penampilan Tari Poco-poco yang diikuti
pengunjung dengan antusias.
Dalam kesempatan ini, Atdikbud Warsito juga berbincang tentang peluang Indonesia menjadi tamu undangan kehormatan pada pesta rakyat mendatang, sehingga menjadi ikon pelaksanaan pesta rakyat internasional.
Sebelum mendampingi penampilan para pelajar tampil di
panggung, Atdikbud Warsito juga mendapat undangan wawancara dari radio TSF98,
salah satu saluran radio FM terbesar di Normandia.
Kepada awak meda Warsito mengulas banyak tentang
keragaman budaya yang ada di Indonesia.
“Indonesia memiliki lebih dari 718 bahasa daerah dan
juga 1.300 lebih etnik berbeda. Keutuhan Indonesia tetap terjaga yaitu dengan
semboyan Bhineka Tunggal Ika dan
bahasa persatuan, Bahasa Indonesia,” ucap Warsito.
Dituturkan Atdikbud Warsito, pesta rakyat berlangsung
sangat meriah. “Dalam pesta
rakyat ini, tidak hanya menampilkan seni budaya
dari berbagai negara, namun juga menawarkan berbagai kuliner,” tutupnya. Pesta
rakyat pukul 11 pagi dan berakhir pukul 19 waktu setempat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar